Belajar Aktif dari Lebah
Apapun yang kita kerjakan didunia ini apabila ingin mendapatkan hasil yang maksimal maka harus disertai dengan kerja keras yang maksimal. Adakalanya sebagai manusia yang diberikan akal harus belajar dari alam sekitar. Sebagai usaha untuk menambah, memperluas wawasan dan pengalaman. Dalam kehidupan di alam semesta ini, mari kita berkaca kepada lebah. Lebah merupakan salah satu kelas serangga yang dapat menghasilkan madu. Dalam kehidupan sehari-hari lebah akan berusaha untuk memproduksi madu.
Kegiatan produksi madu dengan bekerja setiap hari untuk mencari nektar bunga. Madu yang dihasilkan satu hari seekor lebah dapat menghasilkan madu seberat 10 gram madu. Dan untuk menghasilkan madu sekurang-kurangnya harus terbang 60 kali pulang pergi.
Dalam kehidupan lebah selalu berusaha untuk memproduksi madu “semakin aktif lebah beraktivitas, maka semakin banyak madu,polen, resin yang akan dihasilkan. Lebah melakukan aktivitasnya sejak pagi. Aktivitas tersebut akan tetap dilakukan setiap hari. Tidak ada kalender merah bagi lebah untuk mencari setetes nectar bunga yang ada pada bunga pohon, celah-celah daun yang menghasilkan nektar, ranting-ranting yang menghasilkan nektar seperti ranting singkong. Dalam perburuan nektar yang dilakukan oleh lebah tentu mempunyai pelbagai rintangan yang dihadapi antara lain: capung, kumbang besar, burung wallet, cicak, ceriti, semut, dan lain-lain. Tetapi hal tersebut tidak menjadikan lebah surut dalam mencari nektar, resin, dan serbuk sari yang ada dibunga.
Manusia harusnya dapat mengambil pelajaran dari lebah yang amat kecil tersebut. Didalam Al-Qur’an manusia diajarkan untuk bertebaran dimuka bumi ini mencari karunia dari Allah SWT. Karunia Allah SWT didalamnya berupa makanan, minuman, pakaian sebagai rizki dari Allah SWT yang dititipkan kepada hambanya. Hal ini disebutkan oleh Allah SWT dalam Q.S Al-Jumu’ah ayat 10 yang berbunyi:
((((((( (((((((( ((((((((((( (((((((((((((( ((( (((((((( ((((((((((((( ((( (((((( (((( ((((((((((((( (((( (((((((( (((((((((( ((((((((((( ((((
Artinya: Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
Ayat diatas mengajarkan kepada manusia agar bertebaran dimuka bumi ini mencari manisnya rizki sebagaimana lebah bertebaran untuk mencari nektar diantara bunga-bunga, pohon-pohon, rumput-rumput.
Lantas apakah alasan manusia untuk bermalas-malasan dalam mencari rizki. Jika seekor lebah dalam satu hari sekurangnya ia harus 60 kali bolak balik untuk mencari nektar, resin dan serbuk sari. Apakah manusia tersebut hanya akan keluar mencari rizki jika hanya dalam kondisi lapar ? tentu hal ini perlu dirubah dan diniatkan dengan sebaik-baiknya. Manusia seharusnya lebih konsisten, lebih pekerja keras dari seekor lebah, manusia harus bisa mencukupi kehidupannya dan kehidupan orang yang lain disekitarnya dan orang yang tidak mampu. Allah SWT banyak memberikan perumpamaan dari hal-hal yang kecil dan tidak asing bagi pemahaman manusia diantara perwujudan kasih saying Allah SWT adalah bahwa dia menjadikan perumpamaan-perumpamaan itu tidak asing lagi bagi manusia dengan berbagai tingkat kecerdasannya. Dengan tujuan harus diperhatikan, dipahami, diambil hikmahnya kemudian direalisasikan. Perumpamaan-perumpamaan tersebut dibuat sebagai tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada manusia.
