Sajak-Sajak Et Thalib
Azanku
karya: A.T.H
Innalllaha wa malaikatahu yusholluna alannabi ya ayyuhalladzina amanu sholllu alaihi wa sallimu taslima
Allahu akbar Allahu akbar
Allah maha besar Allah maha besar
Dia dibesar-besarkan dari segala yang besar
Oleh muazzin yang merasa besar
Allahu akbar Allahu akbar
Dia yang mengangkat dan merendahkan
Dia mengecil dan mengucilkan para pembesar
Allah maha besar Allah maha besar di mulut-mulut yang besar
Asyhadualla Ila Haillallah Asyhadualla Ila Hailallah
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Tiada Tuhan selain Allah
Sambil berbisik di dalam dada tiada hamba selain aku
Sekali lagi mengulangi tiada hidayah selain untukku
Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah
Aku bersaksi Muhammad utusan Allah Muhammad utusan Allah
Namanya harum dicium batu-batu dan daun-daun pintu jannah ditiru dan dimuliakan
Tapi aku kembali berbisik berisik aku juga seorang teladan
Hayya Alassholah Hayya Alassholah
Mari tinggikan shalat mari tinggikan shalat
Saudaraku turut berbisik mengusik mari tinggikan pangkat mari tinggikan martabat
Di belakang menyambut seru lengkap dengan pakaian jihad
Hayya Alal Falah Hayya Alal Falah
Mari menuju kemenangan mari menuju kemenangan
Semua menyambut La haula Wa La Quwata Illa Billah
Kecuali aku yang tetap berbisik sudah tidak ada yang dapat mengalahkan
Allah akbar Allah akbar
La Ilahaillallah
Aku dibisikkan sekeras kerasnya
Lalu mendengarnya selembut sutra
Kalau Allahu akbar sudah berkumandang
Maka hanya kepadaNyalah seorang hamba memandang
Langit membuka pintu-pintunya mendengarkan bahasa manusia yang menengadah
Bumi menghamparkan sajadah bagi setiap makhluk yang maha lemah
Allah maha besar bagi hati yang besar
Tiada Tuhan selain Allah bagi hamba yang ber-ilah
Yang ada hanyalah Allah yang mengaruniakan kebesaran
Yang ada hanyalah Allah yang menghukum kezaliman
Dar el Kamal, 17 Desember 2020
Tuhan, Aku Galau
karya: A.T.H
Tuhan, aku galau dengan diriku yang merasa sendiri
Padahal Engkau selalu ada
Aku kacau dengan keramaian
Kemudian semua menjadi tiada
Aku menyebutnya mati
Innalillahi wa Inna Ilahirajiun
Semuanya sendiri-sendiri
Menghisab diri-diri dan membuli
Aku galau dengan sujudku
Keningku membanggakan sajadah yang mengkilat
Mulutku berkomat-kamit memuji jumlah rakaatku padaMu
Jari-jariku setiap saat membersihkan debu-debu
Yang menempel pada biji-biji tasbihku
Aku galau jika harus mencari uang
Agar mampu membeli duniaMu
Lalu aku gadaikan
Untuk menyewa surgaMu
Tuhan, aku galau dengan kegalauanku
Dengan kegundahanku
Dengan siapa diriku
Padahal Engkau tak pernah pergi dariku
De San Lian, 6 Januari 2021
Biarkan Hujan Reda
karya: A.T.H
Kita tidak bisa memaksa untuk terus berjalan
Tubuh dan hati juga butuh berteduh
Kita tunggu semuanya seperti seharusnya
Biarlah hawa dingin menguji cinta kita sementara
Biarkan hujan reda
Agar air mata tidak bercampur dengan limbah hujan
Hujan hanya membuat hati menjadi beku
Dan memenjarakan perasaan yang tak seharusnya didustakan
Bahkan secangkir kopi pun tak mampu mencairkan
Kita hanya perlu menunggu hujan mereda
Lalu bebas menyatakan perasaan yang mulai tumbuh subur
Atau mengikhlaskan rindu yang terbawa arus
De San Lian, 6 Januari 2020
