Sajak-Sajak Et Thalib
3 mins read

Sajak-Sajak Et Thalib

Azanku

karya: A.T.H

Innalllaha wa malaikatahu yusholluna alannabi ya ayyuhalladzina amanu sholllu alaihi wa sallimu taslima

Allahu akbar Allahu akbar
Allah maha besar Allah maha besar
Dia dibesar-besarkan dari segala yang besar
Oleh muazzin yang merasa besar

Allahu akbar Allahu akbar
Dia yang mengangkat dan merendahkan
Dia mengecil dan mengucilkan para pembesar
Allah maha besar Allah maha besar di mulut-mulut yang besar

Asyhadualla Ila Haillallah Asyhadualla Ila Hailallah
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah Tiada Tuhan selain Allah
Sambil berbisik di dalam dada tiada hamba selain aku
Sekali lagi mengulangi tiada hidayah selain untukku

Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah
Aku bersaksi Muhammad utusan Allah Muhammad utusan Allah
Namanya harum dicium batu-batu dan daun-daun pintu jannah ditiru dan dimuliakan
Tapi aku kembali berbisik berisik aku juga seorang teladan

Hayya Alassholah Hayya Alassholah
Mari tinggikan shalat mari tinggikan shalat
Saudaraku turut berbisik mengusik mari tinggikan pangkat mari tinggikan martabat
Di belakang menyambut seru lengkap dengan pakaian jihad

Hayya Alal Falah Hayya Alal Falah
Mari menuju kemenangan mari menuju kemenangan
Semua menyambut La haula Wa La Quwata Illa Billah
Kecuali aku yang tetap berbisik sudah tidak ada yang dapat mengalahkan

Allah akbar Allah akbar
La Ilahaillallah
Aku dibisikkan sekeras kerasnya
Lalu mendengarnya selembut sutra

Kalau Allahu akbar sudah berkumandang
Maka hanya kepadaNyalah seorang hamba memandang
Langit membuka pintu-pintunya mendengarkan bahasa manusia yang menengadah
Bumi menghamparkan sajadah bagi setiap makhluk yang maha lemah

 

Allah maha besar bagi hati yang besar
Tiada Tuhan selain Allah bagi hamba yang ber-ilah
Yang ada hanyalah Allah yang mengaruniakan kebesaran
Yang ada hanyalah Allah yang menghukum kezaliman

Dar el Kamal, 17 Desember 2020

 

Tuhan, Aku Galau

karya: A.T.H

 

Tuhan, aku galau dengan diriku yang merasa sendiri

Padahal Engkau selalu ada

Aku kacau dengan keramaian 

Kemudian semua menjadi tiada

 

Aku menyebutnya mati

Innalillahi wa Inna Ilahirajiun

Semuanya sendiri-sendiri

Menghisab diri-diri dan membuli

 

Aku galau dengan sujudku

Keningku membanggakan sajadah yang mengkilat 

Mulutku berkomat-kamit memuji jumlah rakaatku padaMu

Jari-jariku setiap saat membersihkan debu-debu

Yang menempel pada biji-biji tasbihku

 

Aku galau jika harus mencari uang 

Agar mampu membeli duniaMu

Lalu aku gadaikan 

Untuk menyewa surgaMu

 

Tuhan, aku galau dengan kegalauanku

Dengan kegundahanku 

Dengan siapa diriku

Padahal Engkau tak pernah pergi dariku

 

De San Lian, 6 Januari 2021

 

Biarkan Hujan Reda

karya: A.T.H

 

Kita tidak bisa memaksa untuk terus berjalan

Tubuh dan hati juga butuh berteduh

Kita tunggu semuanya seperti seharusnya

Biarlah hawa dingin menguji cinta kita sementara

 

Biarkan hujan reda

Agar air mata tidak bercampur dengan limbah hujan

Hujan hanya membuat hati menjadi beku

Dan memenjarakan perasaan yang tak seharusnya didustakan

 

Bahkan secangkir kopi pun tak mampu mencairkan

Kita hanya perlu menunggu hujan mereda

Lalu bebas menyatakan perasaan yang mulai tumbuh subur

Atau mengikhlaskan rindu yang terbawa arus

 

De San Lian, 6 Januari 2020

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *