Manfaat Mata Kuliah Jurnalistik Dan Sedikit cerita Mengenai Mentor Pilihan
Manfaat mata kuliah jurnalistik yang penulis rasakan adalah berbagai macam dan bentuk perubahan yang membuat penulis sendiri sadar akan seberapa pentingnya menulis, hal ini dikarenakan penulis menyadari bahwa pembelajaran yang penulis dapat dalam mata kuliah jurnalistik membuatnya menjadi pribadi yang lebih tertib dalam menulis hal-hal yang sekiranya perlu di tulis. Selain itu dengan mempelajari mata kuliah ini juga perubahan yang terjadi pada penulis ketika yang dulu penulis selalu merasa sulit untuk memulai sesuatu khususnya menulis, yang dulu ketika penulis ingin mengapresiasikan tentang suatu hal ia hanya dapat berkata: mau tulis apa atau mulai dari mana?, Kata seperti demikian adalah pertanyaan yang penulis sendiri bahkan tidak tahu jawabannya. Namun perubahan terjadi setelah ia(penulis) mampu mengarahkan diri untuk mengenal apa jurnalistik dan apa saja manfaatnya setelah ia mengikuti mata kuliah jurnalistik. Jadi manfaat dari mata kuliah jurnalistik dapat mengubah penulis menjadi lebih tekun dan mengenal jati dirinya sendiri sehingga dengan demikian penulis menjadi lebih produktif di banding sebelumnya dan terbiasa untuk menulis sesuatu yang sekiranya dapat mengapresiasikan keterampilan terpendamnya hingga menulis motivasi yang berguna baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Berbicara perihal mata kuliah jurnalistik maka tak lepas dari pengaruh seorang mentor yang dalam hal ini berperan penting serta aktif dalam menumbuh kembangkan semangat dan memotivasi mahasiswanya, dari yang belum memahami makna dan tujuan jurnalistik menjadikan mahasiswa menjadi lebih mengerti dan memahami makna yang terkandung dalam jurnalistik tersebut. Hal demikian dilakukan agar mahasiswa dapat menjadi mahasiswa-mahasiswa khususnya siswa STAI untuk lebih mengedepankan jiwa literasi STAI yang lebih tinggi kedepannya dan dapat membawa nama kampus kejenjang yang lebih tinggi. Sehubungan dengan hal ini penulis ingin membagi cerita awal mula ia mengenal mata kuliah jurnalistik, pada awal penulis mengikuti kegiatan perkuliahan mata kuliah jurnalistik penulis pernah merasa bahwa dirinya berada pada posisi yang tidak mestinya ia tempati. Hal ini dikarenakan pemilih kelas mentor yang sama seperti penulis pilih sebagian besar diikuti oleh kakak-kakak tingkat semester atas yang berbanding jauh dengan penulis, bahkan ada dari mereka yang memang telah berhasil menerbitkan sebuah buku. Dan sebagian dari mereka menulis merupakan hobi yang digemari, dengan kondisi yang demikian membuat penulis semakin tidak percaya diri, terasingkan atau bahkan bisa dibilang Minder gitu karena penulis merasa dia bukanlah apa-apa dibandingkan mereka kakak-kakak tingkatnya yang hampir semua aktif selama jam perkuliahan berlangsung, hal demikian berlarut-larut dan menjadi kebiasaan penulis ditambah dengan seperangkat tugas yang diberikan mentor kepada mahasiswa untuk membuat sebuah karya tulis yang di ketik dengan sekurang-kurangnya terdiri dari 2 lembar per orang, kondisi tersebut membuat penulis semakin hari semakin stres bahkan merasa tercekik dengan adanya perintah untuk menyelesaikan tugas dari sang mentor. Namun, dengan usaha dan rasa keterpaksaan serta rasa takut penulis tidak lulus pada mata kuliah jurnalistik membuat penulis akhirnya mampu menyelesaikan tugas yang diberikan dengan sebagaimana mestinya. Hingga ia tersadarkan bahwa bagaimana pentingnya dan dampak positif yang ia dapatkan dari menulis dan dengan motivasi yang di berikan oleh mentor penulis menjadi lebih percaya diri dibandingkan sebelumnya, bahkan dengan didorong keinginan yang kuat dari dalam diri penulis ia merasa bahwa ia mampu melakukan seperti apa yang kakak-kakak tingkatnya lakukan. Sampai akhirnya ia mampu membuktikan kesalahan pahamannya tentang mata kuliah jurnalistik dan membuktikan bahwa dia bisa ketika dia mau dan tulisannya menjadi salah satu pilihan dalam katagori 18 nominasi tulisan terbaik dalam kegiatan penganugrahan literasi award STAI Darul Kamal yang bertepatan pada hari senin, 28 Desember 2020 kemarin. Hal demikian menjadi salah satu kebanggaan tersendiri bagi penulis dan membuatnya semakin semangat dan termotivasi untuk menampilkan keterampilannya menjadi lebih baik lagi kedepannya. Untuk itu dengan rasa hormat penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada para mentor yang telah mengubah pola pikir penulis yang dulunya beku menjadi terarah sehingga dapat menjadi seorang yang lebih baik dari sebelumnya.
